Sebelum membasuh semua anggota wudu, bacalah;
Bismillahirrahmanirrahim. Rabbi a’udzubika min hamazatisy
syayatin wa a’udzubika an yahdhurun
"Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Ya Tuhanku aku berlindung kepada-Mu dari bisikan-bisikan setan. Dan aku berlindung pada-Mu dari kedatangan mereka padaku."
Rasulullah Muhammad Saw bersabda, “Tidak ada salat bagi
orang yang tidak memiliki wudu, dan tidak ada wudu bagi orang yang tidak
menyebut nama Allah Swt.” (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Maksudnya, wudu tidak sempurna jika tidak didahului dengan
menyebut nama Allah Swt.
Doa ketika menyentuh air
الحَمْدُ لِلّهِ الَّذِي جَعَلَ المَاءَ
طَهُوْرًا
Alhamdulillahiladzi ja’alal maa a thahuura
"Segala puji bagi Allah yang menjadikan air ini
suci."
Membasuh kedua tangan
Sebelum membasuh anggota wudu, cucilah kedua tangan tiga
kali sambil berdoa;
اللَّهُمَّ إِنِّي أّسْأَلُكَ اليُمْنَ
وَالبَرَكَةَ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ الشُّؤْمِ
وَالهَلَكَةِ
Allahumma inni as-alukal yumna wal barakata wa a’udzubika
minas syu-mi walhalakah
"Ya Allah aku memohon kepada-Mu keberuntungan dan
keberkahan, dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan dan kerusakan."
Niat wudu
Berniat wudu guna menghilangkan hadas kecil untuk
melaksanakan salat. Jangan hilangkan niat hingga membasuh wajah. Adapun lafaz
niat wudu yaitu;
نَوَيْتُ اْلوُضُوْءَ لِرَفْعِ اْلحَدَثِ
اْلأَصْغَرِ فَرْضًا لِلّهِ تَعَالَى
Nawaitul wudhu’a li raf’il hadatsil ashghari fardhan lillahi
ta’ala
"Aku niat berwudu untuk mengangkat hadas kecil fardu
karena Allah Ta’ala."
Berkumur
Tampung air di kedua telapak tangan kemudian berkumurlah
dengannya tiga kali. Putarkan air ke seluruh bagian mulut hingga mencapai
pangkal tenggorokan dan berdoa;
اللَّهُمَّ أَعِنِّيْ عَلَى تِلاَوَةِ كِتَابِكَ وَكَثْرَةِ الذِّكْرِ لَكَ
Allahumma a’inni ‘alaa tilaawati kitaabika wa katsratidz
dzikri laka
"Ya Allah bantulah aku untuk membaca kitab-Mu dan
memperbanyak zikir kepada-Mu."
Boleh pula membaca doa dengan lafal lainnya sebagaimana
disebutkan Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar;
اللّهُمَّ أَسْقِنِي مِنْ حَوْضِ نَبِيِّكَ
كَأْساً لاَ أَظْمَأُ بَعْدَهُ أَبَدًا
Allahumma asqini min haudhi nabiyyika ka’san laa adzhma’u
ba’dahu abadan
Membasuh hidung
Memasukkan air ke hidung (Istinsyaq)
Ambil satu cakupan air di tangan, kemudian isap atau
masukkanlah air tersebut ke dalam hidung sebanyak tiga kali, bersihkanlah
kotoran yang ada di dalam hidung, juga berdoa;
اللَّهُمَّ أَرِحْنِيْ رَائِحَةَالجَنَّةِ
وَأَنْتَ عَنِّي رَاضٍ
Allahumma arihni raaihatal jannati wa anta ‘anni rhadin
"Ya Allah Semoga Engkau menciumkan aku wangi surga dan
semoga Engkau rida kepadaku."
Mengeluarkan air dari hidung (Istintsaar)
Keluarkanlah air dari hidung dan bacalah;
اللّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ رَوَائِحِ
النَّارِ وَسُوءِ الدَّارِ
Allahumma inni a’udzubika min rawaaihin naar wa suuid daar
"Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari
bau neraka dan keburukan tempat tinggal (di neraka)."
Membasuh wajah
Basuhlah air ke seluruh wajah, dari permukaan kening hingga
pojok dagu. Dari depan telinga kanan hingga depan telinga kiri. Pastikan air
sampai hingga ke seluruh bagian wajah, seperti sela-sela janggut yang tipis,
juga pinggir wajah yang bersampingan dengan rambut.
Pastikan juga air sampai ke empat tempat tumbuhnya, yaitu
dua alis, dua kumis, bulu mata, dan rambut di tepi pipi (rambut depan telinga
dari tempat permulaan tumbuh janggut). Disunahkan menyela-nyela air ke bagian
janggut yang lebat.
Saat membasuh wajah bacalah doa;
اللَّهُمَّ بَيِّضْ وَجْهِيْ بِنُورِكَ
يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوْهُ أَوْلِيَائِكَ، وَلاَ تُسَوِّدْ وَجْهِي بِظُلُمَاتِكَ يَومَ تَسْوَدُّ وُجُوهُ
أَعْدَائِكَ
Allahumma bayyidh wajhii binuurika yauma tabyadhu wujuuhu
auliyaaika, wa laa tusawwid wajhi bi dzhulumaatika yauma taswaddu wujuuhu
a’daa-ika
"Ya Allah putihkanlah wajahku dengan cahaya-Mu di hari
memutihnya wajah para walimu. Janganlah Engkau hitamkan wajahku dengan
kegelapan-Mu di hari menghitamnya wajah musuh-musuh-Mu."
Membasuh kedua tangan
Basuhlah kedua tangan kanan dari ujung jari hingga siku
sebanyak tiga kali. Ketika membasuh tangan kanan bacalah doa;
اللَّهُمَّ أَعْطِني كِتَابِي بِيَمِيْنِيْ
وَحَاسِبْنِي حِسَابًا يَسِيْرَا
Allahumma a’thini kitaabi biyamiini wa haasibnii hisaaban
yasiiran
"Ya Allah berikanlah catatan (amal) ku melalui tangan
kananku dan hisablah aku dengan hisab yang mudah."
Ketika membasuh tangan kiri bacalah doa;
اللَّهُمَّ إِنَّي أَعُوذُ بِكَ أَنَ تُعْطِيَنِي
كِتَابِي بِشِمَالِي أَوْ مِنْ وَرَاءِ ظَهْرِيْ
Allahumma inni a’udzubika an tu’tiyani kitaabi bi syimaali
au min waraa-a dzahri
"Ya Allah aku berlindung kepadamu dari pemberian-Mu
terhadap kitabku dengan tangan kiriku atau dari belakang punggungku."
Mengusap kepala
Usaplah air ke kepala dengan cara membahasi kedua tangan
dengan air, kemudian tempelkan jari-jari di depan kepala dan dorong hingga
sampai tengkuk. Lalu tarik laki jari-jari tersebut hingga depan kepala. Lakukan
sebanyak tiga kali dan berdoa;
اللَّهُمَّ غَشَّنِيْ بِرَحْمَتِكَ، وَأَنْزِلْ عَلَيَّ مِنْ بَرَكَا تِكَ، وَأَظِلَّنِيْ تَحْتَ
ظِلِّ عَرْشِكَ، يَوْمَ لا ظِلَّ إِلا ظِلَّكَ. اللَّهُمَّ حَرِّمْ شَعْرِي وَبَشَريْ
عَلَى النَّارِ
Allahumma ghasyini birahmatika, wa anzil ‘alayya min
barakaatika, wa adzhillani tahta dzhilli ‘arsyika, yauma laa dzhilla illa
dzhillaka. Allahumma harrim sya’ri wa basyari ‘alan naar
"Ya Allah limpahkanlah aku dengan rahmatmu, turunkanlah
keberkahan-Mu kepadaku. Dan naungilah aku di bawah naungan-Mu di hari tiada
naungan kecuali naungan-Mu. Ya Allah haramkanlah rambut dan kulitku dari api
neraka. Haramkanlah rambutku dan kulitku dari neraka, dan naungilah aku di
bawah Arys-Mu pada hari tidak ada naungan kecuali naungan-Mu."
Membasuh kedua telinga
Usaplah kedua telinga dengan tangan, baik telinga bagian luar maupun dalam. Masukkanlah telunjuk ke dalam lubang telinga dan usaplah daun telinga dengan jempol. Serta berdoa;
اللّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ الَّذِيْنَ يَسْتَمِعُوْنَ
القَوْلَ فَيَتَّبِعُوْنَ أَحْسَنَهُ، اللَّهُمَّ أَسْمِعْنِي مُنَادِيَ الجَنَّةِ
فِيْ الجَنَّةِ مَعَ الأ بْرارِ
Allahummaj’alni minal ladzina yastami’uunal qaula fa
yattabi’una ahsanah. Allahumma asmi’ni munaadiyal jannati fil jannati ma’al
abraar
"Ya Allah jadikanlah termasuk dari orang-orang yang mendengarkan perkataan dan mengikuti yang baik darinya. Ya Allah perdengarkanlah aku panggilan surga di surga nanti bersama orang-orang saleh."
Membasuh tengkuk/leher
Ketika membasuh tengkuk/ leher bacalah doa;
اللَّهُمَّ فُكَّ رَقَبَتِي مِنَ النَّارِ،
وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ السَلاَسِلِ وَالأَغْلاَلَ
Allahumma fukka raqabati minan naar, wa a’udzubika minas
salaasili wal aghlaal
"Ya Allah lepaskanlah leherku dari api neraka dan aku berlindung
kepada-Mu dari rantai."
Membasuh kedua kaki
Basuhlah kaki kedua kaki dengan air hingga kedua mata kaki.
Bersihkan sela-sela jari kaki dengan tangan kiri, dari mulai jari kelingking
kaki kanan hingga berakhir di kelingking kaki kiri.
Saat membasuh kaki kanan bacalah doa;
اللَّهُمَّ ثَبِّتْ قَدَمَيَّ عَلَى الصَّرَاطِ
المُسْتَقيمِ مَعَ أَقْدَامِ عِبَادِكَ الصَالِحِيْن
Allahumma tsabbit qadamayya ‘alash shiraathil mustaqiima
ma’a aqdaami ‘ibaadikas shalihin
“Ya Allah tetapkanlah kedua telapak
kakiku di atas shiratal mustaqim (jembatan yang lurus) bersama telapak kaki
hamba-hamba-Mu yang salih."
Ketika membasuh kaki kiri bacalah doa;
اللَّهُمَّ إِنَّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ تَزِلُّ
قَدَمِي عَلَى الصَّرَاطِ فِي النَّارِ يَوْمَ تَزِلُ أَقْدَامُ المنَافِقيْنَ والمُشْرِكِيْن
Allahumma inni a’udzubika an tazillu qadami ‘alas shiraathi
fin naari yauma tazillu aqdaamil munaafiqiina wal musyrikiin
"Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari jatuhnya
telapak kakiku di atas shirat (jembatan) ke dalam api neraka di hari jatuhnya
telapak kaki orang-orang munafik dan musyrik."
Doa setelah wudu
Setelah selesai membasuh semua anggota wudu, bacalah doa;
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلأَ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ
أَنَّ مُحَمَّدَا عَبْدُهُ وَرَسُوْلهُ, سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ, أَ شْهَدُ
أَنْ لاَ إِلَهَ إِلأَ أَنْتَ, عَمِلْتُ سُوْءً
وَظَلَمْتُ نَفْسِيْ, أسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ, فَاغْفِرْ لي وَتُبْ
عَلَيَّ, إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَابُ الرَّحِيْم, اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِيْنَ,
وَاجَعَلْنِي مِنَ المُتَطَهِرِينْ, وَاجَعَلْنِي مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِينْ, وَاجَعَلْنِي
صَبُوراً شَكُوراً, وَاجَعَلْنِي أَذْكُرُكَ ذِكراً كَثِيراً, وَأُسَبِّحُكَ بُكرةَ
وَأصِيلاَ
Asyhadu an laa ilaaha illallah wahdahu laa syariika lahu wa
asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuuluhu. Subhanaka Allahumma wa bihamdika,
asyhadu an laailaaha illa anta, ‘alimta suu-an wa dzalamtu nafsi, astaghfiruka
wa atuubuh ilaika, faghfirli wa tub ‘alayya. Innaka antat tawwaabur rahim.
Allahummaj’alnii minat tawwaabiina waj’alni minal mutathahhiriin, waj’alni min
‘ibaadikas shaalihin, waj’alni shaburran syakuuran, waj’alni adzkuruka dzikran
katsiran wa usabbihuka bukratan wa ashiila.
"Aku bersaksi bahwasanya tiada tuhan selain Allah Yang
Satu, tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba-Nya
dan rasul-Nya. Maha suci Enggau Ya Allah dengan pujianmu. Aku bersaksi
bahwasanya tiada tuhan selain Engkau. Engkau mengetahui keburukan dan kezaliman
diriku. Aku memohon ampunan dan bertaubat kepada-Mu, maka maafkan dan ampunilah
aku. Sesungguhnya engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Ya Allah
jadikanlah aku bagian dari orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku bagian
dari orang-orang yang mensucikan diri. Jadikanlah aku bagian dari
hamba-hamba-Mu yang saleh, jadikanlah aku sabar dan bersyukur, dan buatlah aku
senantiasa berzikir kepadamu dengan zikir yang banyak, serta bertasbih
kepada-Mu setiap pagi dan petang."
Dalam Al-Adzkar An-Nawawiyah disebutkan doa setelah wudu
dengan lafaz yang lebih pendek;
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ
لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اللّهُمَّ اجْعَلْنِي
مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَاجْعَلْنِي مِنَ الُمتَطَهِّرِيْنَ
Asyhadu an laa ilaaha illallah wahdahu laa syariika lahu wa
asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuuluhu. Allahummaj’alnii minat
tawwaabiina waj’alni minal mutathahhiriin.
"Aku bersaksi bahwasanya tiada tuhan selain Allah yang
satu, tiada sekutu baginya, dan aku bersaksi bahwasanya Muhammad adalah
hamba-Nya dan rasul-Nya. Ya Allah jadikanlah aku bagian dari orang-orang yang
bertaubat dan jadikanlah aku bagian dari orang-orang yang mensucikan
diri."
Demikianlah tata cara dan doa wudu secara lengkap dan sempurna. Semoga dengan menjaga wudu, Allah Swt senantiasa menjaga kita dari segala penyakit, keburukan, dan kotoran, baik yang lahir maupun batin.
###
Sumber: Disarikan dari keterangan dalam Ihyaa Uluumiddin
karya Al-Imam Abu Hamid Muhammad bin Muhammad Al-Ghazali, serta Al-Adzkar
An-Nawawiyah karya Al-Imam Abi Zakariya Yahya bin Syaraf an-Nawawi Ad-Dimasyq.
Dipublikasikan juga oleh: https://m.oase.id/read/k3rmvw-new-normal-harus-serba-bersih-ini-tata-cara-dan-doa-wudu-lengkap-dengan-arab-latin-dan-terjemahannya

Komentar